Cerita Ngentot Skandal Horny Cewek Bispak Hot

Diposting pada

Cerita Ngentot Skandal Horny Cewek Bispak Hot | Beberapa hari setelah saya berkenalan (dan bercinta) dengan Ardi, pernikahan sepupuku telah semakin dekat, tinggal sekitar dua minggu lagi. Kakiku terasa capai sekali, hari itu kami pergi mengepas wedding dress & dress untukku sebagai pagar ayu.

Sekalian kami berdua mencoba macam-macam anting, gelang, kalung, aksesoris yang melengkapi dress kami. Asyik sekali rasanya berbelanja & mencoba berbagai macam barang2 di butik itu. Ketika menyadari bahwa ukuran tubuh kami ternyata sama,

Cerita Ngentot Skandal Horny Cewek Bispak HotSaya sengaja mencoba memakai wedding dress sepupuku. Berdiri di depan kaca, mengenakan gaun yang sangat cantik & elegan, saya baru menyadari betapa putihnya dress, sepatu, bahkan pakaian dalam untuk perkawinan itu.

Menurut tradisi, warna putih itu menandakan kesucian calon pengantin dalam memasuki hidup pernikahan. Di lain pihak, saya telah sangat jauh sekali dari kesucian yang ideal itu. Entah telah berapa cowok yang telah mengenalku dengan sangat intim, entah berapa cowok yang telah melihat tubuhku & berbagi kenikmatan seks denganku. Melihatku bengong di depan kaca, Eva sepupuku berkomentar,

“Kau kelihatan cantik sekali ness.. Kalau saya jadi cowok sih pasti udah saya perkosa kau sekarang juga hahaa”.

Saya ikut tertawa sambil tersipu mendengar pujian Eva.

Malam itu saya menceritakan pengalaman hari itu di buku diaryku, membandingkan hidupku dengan hidup Eva yang sepertinya tak pernah berbuat salah, sesuai dengan norma-norma hidup di Indonesia. saya mencoba menghitung-hitung jumlah cowok yang pernah tidur denganku, ketika tiba-tiba ponselku berdering.

“Halo”

“Hei non! ini Ardi. Udah lupa ama saya yah ? kok engga nelepon-nelepon”

Saya tersenyum mendengar Ardi yang nyerocos.

“Sori nih.. maklum sibuk persiapan nikahan kan.. “

“Ya udah.. saya ampunin. Malem ini ada rencana ngapain engga ? “

“Malem ini ? mo ngapain dulu.. ayoooo.. “

“Rencana saya sih mau ngasih obat perangsang ke kamu, terus kita maen sampe pagi…. atau mau saya telepon Eko juga, terus kita maen bertiga sampe pagi ? hahaaaa”, Ardi tertawa.

“Lho.. kirain saya takut ? Udah ah.. ngomong sembarangan. Saya datang ke rumah kamu deh”

“Oke non.. jangan lama-lama yah.. saya udah horni nih”

Sejam kemudian saya tiba di rumah Ardi mengenakan kemeja hitam yang agak pas, & rok mini jeans, kira-kira seperti foto yang di kanan. . Rambutku diponi ke belakang. Memang agak seksi, toh kami agaknya tak akan mengenakan baju lagi begitu saya masuk ke rumah Ardi.

Ternyata tebakanku tepat, Ardi menarik tanganku dengan tergesa-gesa menuju kamar tidur utama. Kami langsung menelanjangi satu sama lain, saling berciuman dengan penuh nafsu. Entah mengapa Ardi melarangku melepaskan rok mini itu.

Tubuh kami berhadapan, & saya duduk di pangkuan Ardi. Lengan Ardi yang kokoh meremas pantatku di bawah kain rok & memutar-mutar pinggulku. Kami berdua bersenggama dengan terburu-buru demi menuntaskan nafsu.

Seperti berlomba-lomba saling bersetubuh menuju orgasme. Hanya suara pinggulku beradu dengan paha Ardi terdengar di ruangan itu.

Tiba-tiba Ardi dengan keras memeluk tubuhku, terasa kemaluannya mengeras di dalam tubuhku & cairan hangat mengalir ke dalam rahimku. Seksi sekali rasanya ada cowok yang berorgasme di dalam tubuhku.

Kami berdua berbaring berpelukan di ranjang Ardi sambil mengejar napas. Tanpa sengaja saya tertidur, saking capainya berdiri seharian. Saat saya bangun, Ardi terdengar sedang berbicara di telepon di ruang tamu.

Dengan cepat ia menyudahi pembicaraan itu ketika saya berjalan ke luar sambil mengenakan bra & kemejaku kembali. Ardi memeluk tubuhku & mencium bibirku,”Kok udah mau pulang lagi non ?”
“Ya.. nanti dicariin mama lagi. Kan engga enak mesti bohong terus”

“Engg.. bentar lagi deh.. duduk dulu bentar. Mau minum?”

“boleh dong.. “

Cerita Ngentot Skandal Horny Cewek Bispak Hot | Ardi berjalan ke dapur mengambil segelas air es. saya duduk di sofa sambil menyalakan teve. Tak semenit kemudian, dengan agak terburu-buru, Ardi telah kembali dengan air es-nya. Naluri-ku merasakan ada sesuatu yang aneh..Dengan haus saya meminum habis segelas besar air es itu, saya masih belum terbiasa dengan cuaca panas Jakarta yang membuatku capai setiap hari. Kami berdua duduk kembali di depan tv, lengan Ardi merangkul pundak ku.

Tanpa terasa, tubuhku perlahan-lahan mulai menghangat & makin terasa sensitif. saya merasa gelisah sekali & semakin lama semakin terangsang. saya menoleh ke Ardi, & menyadari bahwa ia memasukkan obat perangsang ke air es yang baru kuminum.

Ardi hanya tersenyum,”Ronde kedua ness ?”

Aku hanya bisa mengangguk, Ardi dengan lengan-nya yang kuat mengangkat tubuhku ke ranjang. Dengan cepat Ardi melucuti pakaianku, kecuali rok mini itu. Kami mulai berciuman sambil meraba-raba tubuh satu sama lain, ketika tiba-tiba bel pintu berbunyi.

“sssh.. biarin aja di”

“engga bisa non.. ini kan surprise buatmu”

Cerita Bokep Tanpa banyak bicara lagi Ardi mengambil semua pakaian kami di lantai & pergi membuka pintu. Karena obat terangsang itu, saya terus terang telah tak tahan, perlu memuaskan diriku secepatnya. Kututup pintu kamar tidur itu, & saya mulai menggosok-gosok kemaluanku sendiri.

Sedang asyik-asyiknya saya bermasturbasi, tiba-tiba pintu kamar tidur terbuka. Ardi & Eko berjalan masuk ke kamar tidur.

“Wah.. emang hot banget nih, untung banget kau di, sempet-sempet pake ia beberapa kali”

“Makanya saya sekarang bagi-bagi sama kau nih hahahaa”

Sialan Ardi.. kukira ia cowok baik-baik.. ternyata malah mengumpankan tubuhku ke temannya.

Eko berdecak kagum,”Mmmm.. Ness, saya pokoknya bakal ngentotin kau semaleman.. Kau cewek bispak yah.. dateng-dateng ke rumah cowok malem pake rok pendek kaya gitu”

Mukaku memerah karena malu..

Mereka berdua sedang melepaskan celana panjang masing-masing ketika saya memutuskan saya tak akan membiarkan diriku diperkosa seperti ini oleh kedua monyet itu.. Dengan cepat saya lari ke ruang tamu sementara mereka berdua tak bisa mengejar terhalang celana panjang.

Saya mengambil tas kecilku & segera lari keluar topless. Darahku berdesir-desir akibat obat perangsang, selangkanganku serasa sensitif sekali. Untung kaca mobilku gelap sekali, tak ada yang bisa melihatku setengah telanjang di mobil.

Di tengah memacu mobil pulang, & obat perangsang sibuk bekerja di tubuhku, saya menyadari bahwa saya tak bisa pulang dalam keadaan seperti ini. Pasti mama & papaku mengira saya minum narkoba atau obat terlarang lain.

Dalam keadaan setengah teler, sangat terangsang, ada beberapa kemungkinan yang terpikir :

pergi ke klub malam, mencari cowok lain untuk menuntaskan nafsuku sampai efek obat ini hilang.. atau… saya bisa menelepon Indra, yang pulang tahun lalu.. tokh ia telah sering tidur denganku.

Dengan tangan yang gemetar, saya menelepon Indra. Indra kaget sekali mendengar suaraku di telepon, apalagi ketika saya meminta datang malam itu juga.

Aku tiba di apartemen Indra sekitar jam 11-an. Indra hanya bisa mkamungo melihat tubuhku yang topless. Dengan terburu-buru saya masuk & menutup pintu. Saking terangsangnya, saya segera mkamuroti celana Indra tanpa ba-bi-bu.

“Dra, jangan banyak tanya, ntar saya jelasin. Just fuck me now”

Indra hanya nyengir membiarkanku naik ke atas tubuhnya yang terlentang di lantai ruang tamu. Enak sekali rasanya menunggangi kemaluan pria seperti itu. Tubuh Indra masih berotot seperti tahun lalu, terakhir kalinya saya bertemu.

Pantatku bergoyang-goyang, seperti menggaruk rasa gatal di dalam kemaluanku dengan kontol Indra. Dengan cepat orgasme datang menghantamku penuh kepuasan. Vagina-ku mencengkeram kemaluan Indra dengan keras.

Dengan sabarnya Indra membiarkanku menyelesaikan orgasme itu, lalu ia berdiri memangku tubuhku yang masih ditancap dengan kemaluannya. Kami berdua masih ke kamar tidur & bertiduran sebentar.

Ketika nafsuku bangkit kembali, dengan cepat Indra memasukkan kembali kontolnya, berulang kali kami berdua bersenggama malam itu, sampai sekitar jam 1, ketika akhirnya efek obat itu telah tak terasa kemudian. Hanya kemaluanku yang terasa lecet-lecet & bengkak.

Kami berdua berciuman lama sekali di pintu rumah Indra. saya hanya mengenakan t-shirt pinjaman, & rok mini. Udara Jakarta yang gerah membuatku berkeringat, t-shirt itu telah hampir transparan ketika saya tiba kembali di rumah. Untung papa-mama telah tidur, saya segera mandi & membersihkan sisa-sisa sperma Ardi & Indra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *